Home / Berita Bola / Ada apa Dengan Liverpool?

Ada apa Dengan Liverpool?

Ada apa Dengan Liverpool? – Pertanyaan ini yang nampak dalam fikiran saya saat melihat 20 menit awal kompetisi The reds kontra Swansea City. Salah umpan, terlambat tutup ruangan, serta kehilangan bola jadi panorama yang kerap tampak dalam periode itu. Ironisnya, kekeliruan-kesalahan itu membuahkan kesempatan untuk Swansea tanpa ada mesti bersusah payah.

Diliat dari daya kerjanya, Adam Lallana dkk memanglah tak kurangi intensitas lari. The Reds selalu menguber bola serta berupaya tutup ruangan seperti orang hilang ingatan. Mengenai gerakan mereka sesekali tampak seperti tanpa ada arah. Bukannya tutup ruangan, beberapa PEMAIN malah buka ruangan untuk lawan – serta sudah pasti bola tidak berhasil mereka rebut. Minimnya ini tampak terang dalam gerakan Jordan Henderson, Nathaniel Clyne, dan Adam Lallana.

Henderson tampak begitu canggung memastikan posisinya di lini tengah. Terkadang ia sangat maju, terkadang sangat jauh untuk terima umpan balik. Hal semacam ini nampaknya diakui oleh Leroy Fer serta sang bintang Belanda sekian kali memakai serangan balik cepat dari ruang Hendo. Demikian Fer lari, Hendo tidak dapat mengubernya serta kekeliruan ini berbuntut pada Ragnar Klavan.

Tidak cuma salah posisi, Hendo juga berulang-kali tidak berhasil memperlancar serangan cepat lantaran umpannya kurang bertenaga. Maksud hati kirim bola melalui dua kawalan serta meraih Philippe Coutinho, bola jadi dipotong berulang-kali oleh lini tengah The Swans. Visi SEPAKBOLA Hendo terang kabur dalam pertandingan ini. Coutinho yang umpannya dipotong berulang-kali juga frustrasi serta pada akhirnya menjemput bola sendiri di lini tengah – membuat situasi lebih canggung di lini tengah pada menit 30-an.
Sesaat Henderson meleset dalam pengambilan posisi, Clyne sekian kali terlambat lakukan transisi bertahan. Keterlambatannya bikin Gylfi Sigurdsson serta Tom CARROLL mengeksploitasi bidang kanan. Pertengahan babak pertama, Carroll bahkan juga hampir memakai kelengahan Clyne dengan merangsek masuk kotak penalti. Untung saja, mistar gawang sukses menggagalkan kesempatan itu.

Adam Lallana yang dielu-elukan salam sebagian bln. paling akhir juga tak tampak sebaik umumnya. Dipasang sebagai sayap kanan dengan maksud menukar Sadio Mane, gelandang Inggris itu jadi tidak banyak bicara di Anfield. Dribel serta operannya memanglah seksama, namun minim perasaan pembunuh. Malangnya lagi, Lallana menyianyiakan jejeran kesempatan sepanjang paruh pertama.

Tiga nama diatas yaitu pemain yang tampak dibawah baku pada kompetisi tempo hari malam – tidak butuh mempertimbangkan Simon Mignolet serta Dejan Lovren lantaran baku mereka tak tinggi-tinggi sangat. Saya mencermati permainan mereka serta ketiganya tampak seperti kehilangan ketenangan. Saat dalam keadaan off the ball, gerakan Hendo bahkan juga berkesan seperti “yang utama lari”. Akurasi permainan keseluruhannya juga alami penurunan.

1/2 kompetisi sangkanya telah cukup menyadarkan kalau LIVERPOOLkehilangan “sesuatu”. Awal mulanya saya memikirkan Sadio Mane yaitu jawabannya, tetapi ada peristiwa saat The reds tetaplah bercahaya tanpa ada dianya. Hipotesis juga menghadap pada hal yang mulai sejak awal musim didengung-dengungkan akan jadi permasalahan : keadaan fisik.

About admin