Ahok Janjikan Pada Guru Honorer Kesejahteraan

Ahok Janjikan Pada Guru Honorer Kesejahteraan  РPasangan Gubernur serta calon Wakil Gubernur DKI Jakarta petahana, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) -Djarot Saiful Hidayat, di dukung dari beberapa lembaga guru non pegawai negeri sipil (non-PNS) di Jakarta.

Support dari beberapa lembaga guru non-PNS di sampaikan dalam suatu deklarasi yang di gelar di Posko Tempat tinggal Basuki-Djarot (Badja), Jalan Talang No 3, Menteng, Jakarta Pusat. Deklarasi itu di hadiri oleh Lembaga Guru Swasta DKI Jakarta, Lembaga Komunikasi Guru Bantu Indonesia DKI Jakarta, Lembaga Guru Madrasah, Ikatan Yayasan Guru Swasta, Guru PAUD, serta Guru Ngaji.

Perwakilan guru bernama Saripah Evian membacakan deklarasi itu. ” Kami dari lembaga guru swasta se-Jakarta berikan support penuh pada Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Syaiful Hidayat yang udah berkerja riil bangun system pendidikan yang adil serta sejahtera untuk guru se-Jakarta, ” tangkisnya.

Ahok juga ikut datang dalam acara deklarasi itu. Dalam sambutannya, bekas Bupati Belitung Timur itu ucapkan terima kasih
atas support yang di dapatkan beberapa lembaga non-PNS padanya. Ahok menjelaskan, mulai sejak menjabat anggota Komisi II DPR RI telah aktif memperjuangkan kebutuhan banyak guru non-PNS.

” Kami telah keluarkan UU ASN, aparatur sipil negara. Di situ ada PNS serta ada P3K, Pegawai pemerintah Kesepakatan Kontrak, ” papar Ahok.

Calon Gubernur DKI Jakarta no urut dua itu juga menjelaskan, sampai kini banyak sekolah swasta yang memprotes dikarenakan susah menggaji guru-guru mereka. Ahok juga berikan pemecahan dengan ide ambil alih sekolah itu.

” Swasta yang tak mampu lagi kami beli serta negerikan. Tak ada pilihan, oleh karena itu kami untuk peraturan keras. Dahulu sekolah, tempat tinggal sakit swasta di jual bisa jadi mall atau hotel. Saat ini tak dapat, ” papar Ahok.

Tidak cuman memberikan idenya supaya Pemprov DKI Jakarta beli sekolah swasta supaya jadikan negeri, Ahok juga menyingung
masalah sekolah untuk anak berkebutuhan teristimewa, atau sekolah inklusi di Jakarta masihlah benar-benar terbatas. Dia juga mengakui kekurangan guru yang ‘memiliki hati nurani’.

” Modal papa ibu telah ada, hati yang melayani. Tinggal saat ini buat system. System yang saya buat, yang tak bener tersingkir automatis, ” papar Ahok.

Ahok menginginkan supaya banyak guru tdk memarahi murid-muridnya. Apabila ada murid berkebutuhan teristimewa serta tak sanggup, Ahok memohon banyak guru buat selekasnya melaporkan masalah itu ke Pemprov DKI.

” Yang saya pingin kadang waktu murid kita itu ada pendengaran yang tak baik. Jangan sampai marah-marah. Seandainya dia tak sanggup, kami di Balkot terbuka buat bantu gunakan alat serta kacamata, ” tangkisnya.