Nick Vigil Jersey 
Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/grupevidential2/public_html/newhavencanaldays.me/index.php:2) in /home/grupevidential2/public_html/newhavencanaldays.me/index.php on line 5
CR7 Sudah Pernah Bawa Portugal Juara Piala Eropa 2016 – Berita Terpopuler

CR7 Sudah Pernah Bawa Portugal Juara Piala Eropa 2016

CR7 Sudah Pernah Bawa Portugal Juara Piala Eropa 2016 – Lionel Messi jalani awal yang jelek di Copa America 2019. Tim nasional Argentina yang dibelanya dikecundangi Kolombia 0-2 pada pertandingan pertama Group B, di Stadion Fonte Nova, Minggu (16/6) pagi WIB.

Bencana La Albiceleste berlangsung di set ke-2. Scuad garapan Lionel Scaloni kebobolan dua gol dari Roger Martinez pada menit ke-71 serta Duvan Zapata (86).

Kekalahan itu membuat jalan Argentina lolos dari babak group jadi lebih curam. Walau sebenarnya, banyak yang jagokan Team Tango memenangkan pertandingan pertama jadi favorite juara group.

Argentina cukup menyeramkan di posisi depan. Messi dibarengi penyerang asal Manchester City, Sergio Aguero, jadi duet bomber La Albiceleste.

Ada juga nama pemain sayap yang cukup ditakuti beberapa bek musuh, Angel Di Maria. Pemain Paris Saint-Germain itu masih mempunyai kecepatan, umpan tepat, serta insting gol tinggi.

Yang menarik beberapa pemain Argentina coba memberikan permainan paling baik mereka untuk sang kapten: Messi.

Awal Jelek Messi Terlepas dari Bayang-bayang Ronaldo
Sebutlah saja Aguero. Penyerang 31 tahun itu janji akan akhiri penderitaan Messi dengan berupaya semaksimal mungkin mengantar Argentina juara Copa America.

“Saya lebih kuatir untuk menjadi juara untuk Messi dibanding buat saya. Mudah-mudahan satu ini hari akan berlangsung,” tutur Aguero seperti diambil dari The Independent.

“Ini mimpinya [Messi] serta mimpi kebanyakan orang. Saya menyesuaikan diri saya di tempatnya serta saya akan lakukan yang paling baik supaya dianya mengusung trofi Copa America.”

Awal Jelek Messi Terlepas dari Bayang-bayang RonaldoLionel Messi menunduk sedih waktu Argentina kalah 0-2 dari Kolombia.
Tidak disangkal Cristiano Ronaldo masih jadi momok buat Messi. Perolehan Messi tetap dibanding dengan striker Juventus itu.

Lebih, dua pemain top dunia itu masih dihubungkan dengan pemburuan penghargaan pemain paling baik Ballon d’Or. Dua pemain itu tetap berkompetisi ketat berebutan penghargaan itu. Mereka sudah sama-sama mengumpulkan lima penghargaan.

Di lain sisi koleksi trofi Ronaldo masih lebih baik dibanding Messi di timnas. CR7 sudah pernah bawa Portugal juara Piala Eropa 2016. Dia bahkan juga turut mengantar Seleccao Das Quinas mencapai trofi edisi pertama UEFA Nations League dengan menaklukkan Belanda 1-0 di final.

Banding dengan Messi, dia tidak pernah sekali juga bawa Argentina mencapai trofi berprestise. Fakta itu jadi makin berat buat Messi sebab trofi Copa America jadi ketentuan baginya untuk mencapai Ballon d’Or.

Fakta di lapangan rupanya tidak semua pemain betul-betul berusaha wujudkan yang diimpikan Messi untuk mencapai titel juara Copa America.

Lionel Messi melepas 4x tendangan ke gawang Kolombia. (Lionel Messi melepas 4x tendangan ke gawang Kolombia.
Kekalahan Argentina dari Kolombia 0-2 jadi satu diantara tanda-tanda itu. Keseluruhannya, Team Tango masih memiliki masalah dalam soal kesetimbangan di muka serta belakang.

Sekitar dua gol Kolombia membuka kekurangan Argentina yang paling fundamental, yaitu peralihan negatif atau dari menyerang ke bertahan. La Albiceleste kebobolan lewat pola serbuan balik Los Cafeteros.

Team instruksi Carlos Queiroz dengan cermat lihat satu diantara kekurangan Argentina disamping kanan pertahanan. Sekitar dua gol kebobolan Team Tango bermula dari kekeliruan bek kanan mereka, Renzo Saravia.

Gol Martinez assist dari James Rodriguez berlangsung berawal dari kekeliruan Saravia tutup ruangan tembak pemain 24 tahun itu. Juga dengan gol ke-2 yang berlangsung bermula dari kekeliruan pemain Racing Club Argentina.

Saravia tidak berhasil tutup gerakan Jefferson Lerma disamping kanan pertahanan Argentina. Gelandang AFC Bournemouth itu bebas melepas umpan datar ke kotak penalti serta diterima Zapata menghasilkan gol.

Unggul perebutan bola, Argentina harus terima fakta pahit dibuat malu Kolombia di pertandingan pertama.

Walau sebenarnya Kolombia cuma melepas delapan kali tembakan. Statistik itu berlainan jauh dari Argentina yang melepas 18 kali tembakan.

Messi sendiri membuat empat tembakan serta dua salah satunya pas target tetapi tidak menghasilkan gol.

Scaloni coba menempatkan Messi serta Aguero jadi penyerang dengan pola 4-4-2. Dengan susunan itu, Argentina sering main dengan taktik direct football atau umpan-umpan langsung ke pertahanan musuh. Tapi cara itu tidak berjalan efisien.

Kesalahan Lionel Scaloni membuat taktik malah jadikan Messi jadi beban di tim nasional Argentina.
Masalahnya permainan itu bukan jadi rutinitas yang dimainkan Messi di Barcelona dengan build up play atau main bola-bola pendek membuat serbuan dari belakang ke depan.

Scaloni nampaknya ingin cari pilihan supaya Messi tidak gampang dimatikan. Triknya dengan tempatkan La Pulga lebih di muka serta perebutan bola tidak begitu berpusat padanya.

Dengan tempatkan Messi di muka berduet dengan Aguero, pelatih 41 tahun itu mengharap kesempatan Argentina cetak gol semakib besar. Tetapi, bola masih berpusat pada La Pulga karena ciri-khasnya jadi inisiator serbuan yang terlatih mengatur ‘lalu-lintas’ serbuan.

Akhirnya Di Maria tidak dapat membuat dampak besar disamping kiri sebab bola jarang-jarang mengalir padanya. Permainan Argentina juga jadi berkesan serba tanggung dalam menyerang. Lihat saja perebutan bola Argentina berdasar pada statistik dari Whoscored cuma 53,2 % banding 46,8 %.

Kembali lagi dengan pendekatan sang pelatih yang tidak pas, malah jadikan tempat Messi jadi beban buat skuatnya. Argentina kehilangan kesetimbangan hingga demikian gampangnya kebobolan dari 2x serbuan balik.

Fakta ini juga sebagai ketidaksamaan riil di antara Ronaldo serta Messi dalam peranan mereka di tim nasional semasing.

Dengan strategi, Ronaldo tidak banyak ambil peranan hal perebutan bola. Tetapi, dia ambil semakin banyak andil untuk masalah melahirkan kesempatan lewat beberapa eksperimen.

Sang kapten Portugal itu dengan mental dapat jadi perekat teamnya di semua bagian. Dengan demikian, rekan-rekan segrupnya di lapangan dapat memberi dukungan serta permainan Seleccao Das Quinas lebih simpel dan kompak.

Sebaliknya, Messi biasa jadi sandaran dalam perebutan bola baik di Argentina, sama seperti seperti di Barcelona. Tetapi, dia sering kurang mendapatkan suport dari rekanan segrup di La Albiceleste hingga berkesan main sendiri. Fakta itu yang membuat tim-tim musuh lebih gampang mengisolasi Messi.

Dengan mental, Messi tidak seperti Ronaldo sebagai motivator rekan-rekannya di lapangan di saat darurat. Keruan saja, The Messiah atau sang penolong malah kesusahan membantu Argentina mencapai trofi Copa America.

Cal Clutterbuck Jersey