berita umum

Di Jakarta Akan Ada Ganjil Genap Untuk Sepeda Motor

Di Jakarta Akan Ada Ganjil Genap Untuk Sepeda Motor – Dinas Perhubungan DKI Jakarta tengah mengupas peraturan ganjil genap buat sepeda motor. Komune ojek online (ojol) langsung menampik pemahaman itu.

” Saya kurang sepakat kalau dijalankan ganjil genap buat sepeda motor. Kalaupun dibatasi, maka bisa menyusahkan warga sendiri. Yang paling cepat terkena efek ialah ojek online, ” kata Ketua Kombinasi Tindakan Roda Dua Indonesia (Garda) , Igun Wicaksono, pada wartawan, Jumat (2/8/2019) .

Menurut Igun, kendaraan bermotor roda dua sangatlah dibutuhkan untuk warga. Di lain bidang, transportasi umum non-roda dua belum ada lewat cara layak di Jakarta. Kalau ketetapan penentuan kendaraan menurut nomer polisi itu ditempatkan pun buat roda dua, jadi warga bakal persoalan terhubung jalan raya. Ia tidak sepakat kalau kendaraan roda dua jadi kontributor penting kemacetan Jakarta.

” Kalaupun disebut kendaraan roda dua ialah biang kemacetan, itu tak pas pun lantaran di jalan ada roda empat pun, ” kata Igun.

Pada prinsipnya, Garda sepakat dengan ketetapan penentuan kendaraan bermotor, tetapi bukan roda dua sebagai target. Penentuan lebih baik ditempatkan ke kendaraan yang kurang lain jalan serta membuat polusi udara. Penentuan kendaraan pun butuh dibarengi dengan tersedianya transportasi umum yang ideal.

” Mestinya Pemprov DKI pun menyeimbangi penentuan kendaraan dengan model transportasi yang lebih aman, nyaman, serta terpadu. Saat moda transportasi umum belum penuhi persyaratan itu, saya sangat percaya penentuan kendaraan bakal memetik penampikan dari warga, ” tutur Igun.

Dishub DKI Jakarta tengah mengupas peraturan ganjil genap. Antara lainnya ialah perhitungkan motor masuk dalam peraturan ganjil genap itu.

” Ini termasuk juga yang kami bahas. Semestinya kita bakal bahas seterusnya ya bagaimana dengan sepeda motor. Lantaran saat ini menurut data, hasil dari implementasi ganjil-genap saat enam bulan tempo hari, itu sepeda motor itu 72 % lebih, ” kata Kepala Disub DKI, Syafrin Liputo, pada wartawan.

Awalnya, pemahaman ganjil-genap yang diperluas aplikasinya ini mengemuka melalui terbitnya Ingub Nomer 66 Tahun 2019 perihal Pengontrolan Kualitas Udara. Ingub itu diedarkan Gubernur Anies Baswedan jadi langkah buat menanggulangi polusi udara yang membekap Jakarta.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close