berita umum

Hadirnya Militer AS Di Saudi Kala Itu Berjalan Sepanjang 12 Tahun

Hadirnya Militer AS Di Saudi Kala Itu Berjalan Sepanjang 12 Tahun – Arab Saudi putuskan untuk kembali jadi tuan-rumah tentara-tentara Amerika Serikat (AS) dalam langkah kombinasi dengan AS untuk tingkatkan keamanan daerah. Langkah yg mendapatkan kesepakatan Raja Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud ini diinformasikan kala kemelut di daerah Teluk bertambah bertambah.

Seperti diberitakan AFP, Sabtu (20/7/2019) , langkah teranyar ini diinformasikan oleh Kementerian Pertahanan Saudi minggu ini seperti diungkapkan lewat kantor berita Saudi Press Agency (SPA) .

” Berdasar kerja sama mutual di antara Arab Saudi serta Amerika Serikat, serta hasrat mereka untuk tingkatkan apa pun yg dapat jaga keamanan di daerah serta kekuatannya. . . Raja Salman memberikannya persetujuannya menjadi tuan-rumah pasukan militer Amerika, ” kata jubir Kementerian Pertahanan Saudi.

Didapati jika Saudi tak lagi menyimpan pasukan militer AS sejak mulai tahun 2003, kala Perang Irak selesai.

Hadirnya militer AS di Saudi kala itu berjalan sepanjang 12 tahun, yg dengan diawali Operation Desert Storm tahun 1991 lalu kala Irak menginvasi Kuwait.

Kala Perang Irak sampai pucuk, sejumlah 200 pesawat militer AS ditaruh di pangkalan udara Pangeran Sultan yg bertempat kurang lebih 80 km. samping selatan Riyadh. Sejumlah 2. 700 misi militer dikerahkan sehari-harinya dengan berpusat di tempat militer AS yg berada di lokasi Saudi.

Pertalian di antara AS serta Saudi tak selamanya simpel sepanjang 12 tahun kerja sama militer itu, utamanya selesai tragedi 11 September 2001 yg didalangi oleh mendiang pemimpin Al-Qaeda kelahiran Saudi, Osama bin Laden.

Kemelut di daerah Teluk bertambah bertambah selesai pada Jumat (19/7) waktu ditempat, Iran mengaku udah mengambil kapal tanker berbendera Inggris di Selat Hormuz. Tidak lama awal mulanya, Presiden Donald Trump bersikukuh mengaku AS udah tembak jatuh suatu drone Iran yg mengintimidasi kapal militer AS di perairan yg sama. Iran membantah klaim Trump itu.

Related Articles

Back to top button
Close
Close