Home / Berita Umum / Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto Pengendara Motor Harus Menghargai Pejalan Kaki

Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto Pengendara Motor Harus Menghargai Pejalan Kaki

Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto Pengendara Motor Harus Menghargai Pejalan Kaki – Video viral seseorang ibu pengemudi ojek on line memukul pejalan kaki sebab ditegur kala melintas diatas trotoar. Polisi mengharap pengendara motor menghargai hak pejalan kaki.

” Imbauan dari saya, pemotor mesti menaati peraturan serta menghargai hak pejalan kaki, ” kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto disaat dihubungi, Rabu (8/8/2018).

Setyo mengemukakan Pemerintah udah sediakan trotoar jadi infrastruktur buat pejalan kaki. Dia mengatakan polisi bakal menindak pengendara motor yg menaiki trotoar.

” Pemerintah udah sediakan infrastruktur buat pejalan kaki, bukan buat motor. Polisi bakal menindak pemotor yg berjaLan di arah yg bukan peruntukanya, ” kata Setyo.

Setyo memaparkan Undang-undang Nomer 22 Tahun 2009 terkait Terus Lintas serta Angkutan Jalan (LLAJ) udah mengatur hal tesebut. ” Ada peraturannya jika motor jalan di trotoar gak bisa, ” sambung dia.

Hak-hak pejalan kaki dilindungi oleh Undang-Undang Nomer 22 Tahun 2009 terkait Terus Lintas serta Angkutan Jalan. Dalam Clausal 131 Ayat 1 di sebutkan kalau pejalan kaki punya hak atas ketersediaan layanan partisan berwujud trotoar, tempat penyeberangan serta layanan beda. Di Ayat 2 juga di sebutkan, pejalan kaki punya hak dapatkan prioritas saat menyeberang jalan ditempat penyeberangan.

Peraturan itu juga dikuatkan dalam Clausal 34 Ayat 3 Ketetapan Pemerintah (PP) Nomer 34 Tahun 2006 terkait Jalan. Dalam PP itu di sebutkan, kalau trotoar adalah sisi dari area kegunaan jalan. Lantas Pada Clausal 34 Ayat 4 kembali ditegaskan kalau trotoar cuma ditujukan untuk jalan raya pejalan kaki.

Lantas sanksi-sanksi untuk mereka yg tidak mematuhi semuanya peraturan itu dimulai dari pengenaan denda sampai pidana penjara. Sangsi tertuang dalam Clausal 274 ialah tiap-tiap orang yg mengerjakan perbuatan yg menimbulkan rusaknya dan/atau problem kegunaan jalan sama seperti disebut dalam Clausal 28 Ayat (1) dipidana dengan pidana penjara sangat lama 1 (satu) tahun atau denda sangat banyak Rp 24. 000. 000 (dua puluh empat juta rupiah).

Sangsi sesudah itu ada pada Clausal 275 Ayat 1 di mana tiap-tiap orang yg mengerjakan perbuatan yg menimbulkan problem pada kegunaan rambu jalan raya, marka jalan, alat pemberi isyarat jalan raya, layanan pejalan kaki, serta alat pengaman pemakai jalan sama seperti disebut dalam Clausal 28 Ayat (2) dipidana dengan pidana kurungan sangat lama 1 (satu) bulan atau denda sangat banyak Rp 250. 000 (dua ratus lima puluh ribu rupiah).

Awal kalinya dikabarkan, seseorang pejalan kaki dipukul sebab memberi salam ibu-ibu pengendara motor yg melintas di trotoar. Video berdurasi 2 menit 28 detik itu diangkat Penggabungan Pejalan Kaki melalui account YouTubenya, Senin (6/8).

Beradu mulut pernah berlangsung pada pejalan kaki serta pemotor bab melintas di trotoar. Si ibu gak terima ditegur serta mulai memaki-maki, sesaat Alif senantiasa memperingatkan ibu itu biar gak melintas di trotoar.

About admin