Home / Berita Umum / Minta Di Bangun Tiap 10 Km Untuk Rest Area

Minta Di Bangun Tiap 10 Km Untuk Rest Area

Minta Di Bangun Tiap 10 Km Untuk Rest Area – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikan pada arus mudik lebaran 2018 kemacetan masih tetap sering berlangsung di rest ruang. Tol Cipali dinilai rest area-nya masih tetap sedikit.

” Di Cipali lantaran memanglah kurang (rest ruang), tersebut titik capek atau titik ngebetnya orang ingin ke belakang (toilet, red) ini di Cipali, ” kata Budi Karya di Gerbang Tol Cikarang Paling utama, Minggu (24/6/2018).

Budi mengharapkan ada menambahkan pembangunan rest ruang Tol Cipali. Hingga pemudik memperoleh beberapa pilihan berhenti waktu mau beristirahat.

Dia minta rest ruang ini di bangun tiap-tiap 10 km. Dia membidik pada libur Natal serta Th. Baru 2019 rest ruang ini telah dapat dipakai.

” Nah saat ini kami kami lihat korporasi mesti baru bangun. Kita akan mereferensikan pada BPTJ untuk diperlakukan pada korporasi tiap-tiap 10 km. juicet in case. Bila korporasi tidak ingin kami menyarankan BPJT, ” ucapnya.

” Di mana ketika th. baru serta Natal ini telah jadi. Masih tetap ada saatnya tinggal 6 bln.. Saya fikir di tiap-tiap 10 km. juga bagus, ” sambungnya.

Terkecuali di Tol Cipali, pembangunan rest ruang juga dikerjakan di ruas tol yang lainnya. Tetapi, pembangunan ini mesti betul-betul memerhatikan ekonomi kota-kota yang saat ini dilintasi jalan tol. Budi tidak mau kehadiran rest ruang malah mematikan potensi wisata di kota-kota itu.

” Memanglah ada satu dilematis dari Pemda setempat bila semisalnya kita bangun rest ruang besar-besar, kelak selama jalan, jadi namanya Kota Brebes, Pekalongan ini tak jadi tujuan sekali lagi untuk yang melalui, ” terang Budi.

Budi mengakui terlebih dulu akan bekerjasama dengan pihak berkenaan untuk bangun rest ruang yang baik serta tak merugikan potensi wisata kota-kota itu. Rest ruang ini sekurang-kurangnya ada pembatas serta koneksi spesial untuk orang-orang yang mau menuju ke kota-kota di seputar jalan tol.

” Diberi pembatas serta ada koneksi dengan kota hingga pemudik atau penghilir atau orang yang lakukan kegiatan-kegiatan ke Semarang atau ke Yogya, dia dapat masuk kesini (rest ruang, red) dibagian dari kota itu. Hingga kelak ada pattern perubahan kota. Di situ pemudik dapat pakai, hingga ciri-ciri-karakter kota ini dapat jadi ikon, ” ucap Budi.

About admin