Pemilik yang Rumahnya Ambruk Akibat Hujan Lebat di Cirebon Terpaksa Mengungsi

Pemilik yang Rumahnya Ambruk Akibat Hujan Lebat di Cirebon Terpaksa Mengungsi – Setidaknya dua rumah di RW 4 Kelurahan Lemahwungkuk, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, ambruk gara-gara diterjang hujan. Pemilik rumah Ino Martiano (37) serta Iriyanto (53) terpaksa sekali mengungsi. Untung tidaklah ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

Atap rumah Ino ambruk. Situasi yang sama pula di alami Iriyanto. Ino ceritakan peristiwa itu berlangsung lebih kurang waktu 15. 00 WIB tempo hari (10/2/2019) . Hujan deras yg mengguyur Kota Cirebon sepanjang berjam-jam, menurut Ino, berubah menjadi yang menimbulkan ambruknya atap tempat tinggalnya.

” Dari siang hingga sore hujan. Peristiwanya dalam hitungan detik, tak diduga terdengar bunyi patahan kayu senantiasa ambruk. Bruk, ” kata Ino di tempat tinggalnya yg ambruk, Senin (11/2/2019) .

Ino gak menolak situasi tempat tinggalnya itu udah lapuk. Bahkan juga, Ino menyatakan pernah ajukan program rumah tak pantas huni (rutilahu) . ” Udah disurvei buat rutilahu. Namun hingga saat ini belum juga di-renov. Situasi tempat tinggalnya sudah tua, banyak kayunya yg keropos, ” kata Ino.

Kala peristiwa, Ino mengemukakan tidaklah ada orang dalam rumah. Kala itu, ke dua anak serta istrinya ada di luar rumah. ” Seluruhnya di luar, anak saya hujan-hujanan. Alhamdulillah tak ada korban. Mudah-mudahan pemerintah peka, ” ujarnya.

Pada tempat yg sama, Iriyanto menyatakan kaget kala dengar berita peristiwa itu. Kala peristiwa, Iriyanto menyatakan tengah ada di luar.

” Ada saudara saya sama anaknya yg tetap berumur 10 bulan, sama saudara saya yang lain. Ada enam orang lah sama bayi, ” kata Iriyanto.

Seterusnya, Iriyanto mengemukakan keluarganya yg beradadi rumah itu selamat. Tetapi, bayi berumur 10 bulan yg digendong saudaranya kala peristiwa pernah terserang puing pasir dari bangunan.

” Ya tak kritis, pasir atau abu dari atas rumah perihal bayi. Alhamdulillah tak apakah. Mudah-mudahan ada pemberian dari pemerintah, ” kata Iriyanto.