Perkembangan Kasus Aa Gatot

Perkembangan Kasus Aa Gatot – Gatot Brajamusti dengan kata lain Aa Gatot juga akan hadapi sidang masalah pencabulan hari ini. Sidang perdana itu diagendakan pembacaan dakwaan oleh jaksa.

” Iya besok (12/10) peluang jam 13. 00 WIB (hari ini-red) , ” tutur pengacara Aa Gatot, Ahmad Rifai, waktu dihubungi detikcom, Rabu (11/10/2017) malam.

Ia menyebutkan Gatot juga akan didatangkan sama dengan ketika sidang masalah kepemilikan satwa liar yang dilindungi serta kepemilikan senpi pada Selasa (10/10) tempo hari.

” Iya didatangkan sama dengan tempo hari, ” katanya.

Aa Gatot didakwa tidak mematuhi Pasal 81 ayat 2 atau Pasal 81 ayat 1 UU Perlindungan Anak. Dia diancam 15 th. hukuman.

Seperti di ketahui Kejari Jakarta Selatan terlebih dulu terima berkas step ke-2 Gatot sejumlah 3 berkas yang terpisah. Ke-3 berkas itu berkaitan kepemilikan satwa liar, perlindungan anak (pencabulan) , serta kepemilikan senpi serta amunisi. Ke-3 berkas itu disidang dengan terpisah.

Dalam masalah ini Gatot dilaporkan seseorang wanita berinisial CTP (26) atas sangkaan masalah pemerkosaan. CTP membongkar kedok Gatot, yang dikatakan sebagai gurunya.

Dia mengatakan Gatot sering lakukan ritual nyabu, yang disebutnya ‘aspat’. CTP juga membuka ada ritual sex yang dikerjakan Gatot dengan dalih untuk transformasi oksigen untuk jin yang berada di badan Gatot. Ritual sabu serta ritual sex itu dikerjakan Gatot di padepokannya, yang berada di Sukabumi, Jawa Barat.

CTP mengakui sekian kali terkait tubuh dengan Gatot serta ada pula wanita yang lain yang dimaksud CTP seseorang seniman. CTP mengakui terkait tubuh dengan Gatot itu berlangsung sepanjang bertahun-tahun sampai dianya hamil 2 x. Waktu berumur 20 th., CTP hamil serta disuruh Gatot menggugurkan. Lalu pada 2011, CTP hamil sekali lagi serta melahirkan pada 2012. Saat ini putra CTP sudah berumur 4 th..

Terlebih dulu dikabarkan, Gatot divonis 8 th. penjara atas masalah kepemilikan sabu serta dihukum di PN Mataram. Lalu Gatot dibawa ke Cipinang untuk melakukan hukuman 8 th. sembari menanti sidang ke-3 masalah itu.