berita umum

Pria Singapura Dinyatakan Bersalah Telah Paksa 3 Remaja Putri untuk Lakukan Oral Seks

Pria Singapura Dinyatakan Bersalah Telah Paksa 3 Remaja Putri untuk Lakukan Oral Seks – Seseorang pria di Singapura divonis 20 tahun penjara lantaran mencabuli tiga kawan putrinya yg tetap remaja. Pria ini pun dijatuhi hukuman cambuk sejumlah 16 kali oleh pengadilan ditempat.

Senin (4/3/2019) , pria berumur 49 tahun ini dikatakan bersalah udah memaksa tiga remaja putri dibawah usia itu buat mengerjakan oral sex terhadapnya. Perbuatan bejat itu dilaksanakan pria ini dengan menipu, memanfaatkan ultimatum kekerasan bahkan juga dengan mencekoki satu diantaranya korban dengan obat beracun. Ciri-ciri pria ini tak dapat dikatakan ke publik lantaran ke-tiga korban tetap berumur 14 tahun.

Dikatakan dalam persidangan kalau pria ini tinggal berbarengan istri serta putrinya dalam sesuatu apartemen di pusat kota Singapura. Sang istri didapati kerja shift malam serta baru pulang pagi hari. Ke-tiga korban, sebagai sobat putrinya, didapati kerap ada bertandang serta bahkan juga bermalam. Satu diantaranya korban bahkan juga didapati adalah kawan putrinya sejak mulai kecil serta tinggal di blok apartemen yg sama.

Perbuatan bejat pria ini dilaksanakan pada September serta Oktober 2016 lantas pada Juli 2017. Di celah itu, pria ini pernah diamankan polisi atas pelanggaran hukum yang lain, tetapi dibebaskan sehabis membayar agunan.

Dikatakan dalam persidangan kalau satu diantaranya korban didesak menelan empat pil Epam Nitrazepam BP 5mg. Banyaknya itu capai 4x lipat dari dosis yg direkomendasikan buat pasien dewasa. Karena itu, korban alami overdosis serta pernah dirawat dalam rumah sakit sepanjang tiga hari.

Laporan toksikologi menuturkan kalau nitrazepam adalah obat hipnotik yang wajib diperoleh dengan resep serta biasa dimanfaatkan buat sebagai obat insomnia atau kejang-kejang. Nitrazepam ikut termasuk jadi toksin dalam lis Undang-undang Toksin. Tidak cuman didesak minum obat beracun itu, korban ikut didesak mengisap rokok lintingan.

Satu korban yang lain didapati dicekik di leher kala didesak mengerjakan oral sex pada pria ini.

Dalam persidangan pada Senin (4/3) waktu ditempat, pria ini menyatakan bersalah atas empat gugatan kekerasan seksual yg dijeratkan padanya. Hakim Hoo Sheau Peng dalam putusannya menjatuhkan vonis 20 tahun penjara serta hukuman cambuk sejumlah 16 kali pada pria ini.

Enam gugatan pidana yang lain termasuk juga gugatan melukai dengan cara fisik putrinya sendiri, ikut pula diperhitungkan hakim Hoo yg menyebutkan pria ini jadi ‘predator berbahaya’ yg mengintai korban-korban yg ringkih.

” Hukuman berat diperlukan buat menghambat Anda serta yang lain, ” tegas hakim Hoo.

Gara-gara perkara ini, sang istri menuntut cerai pria ini serta putrinya sendiri membencinya. Putri pria ini didapati tak ikut berubah menjadi korban kebejatannya.

Related Articles

Back to top button
Close
Close