Rumah Hobbit Selandia Baru Fenomenal

Rumah Hobbit Selandia Baru Fenomenal – Rumah Hobbit yang asli di Selandia Baru demikian fenomemal. Tiap-tiap rumah dibikin dengan detil untuk syuting filmnya. Ini penampakannya dari dekat.

Mengapa disebut ‘yang asli’? Sebab karena sangat fenomenalnya, rumah Hobbit banyak ditiru dalam dunia, contohnya rumah Hobbit Bandung. Ini karena konsepnya yang begitu unik, yakni rumah bangsa Hobbit dari novel JRR Tolkien yang diangkat jadi film The Lord of The Rings serta The Hobbits.

Desa Hobbiton ialah tujuan populer di Selandia Baru sebab adalah tempat syuting asli The Lord of The Rings serta The Hobbits. Beberapa ratus ribu wisatawan pengagum film ini juga banyak yang datang kesana. detikTravel juga bertandang kesana atas undangan maskapai Emirates, akhir Januari tempo hari.

Tempat ini aslinya ialah peternakan punya keluarga Alexander. Tahun 1988, Sutradara Peter Jackson melalui survey helikopter jatuh hati dengan tempat ini. Menurut dia begitu serupa deskripsi negeri Shire dalam novel JRR Tolkien. Tempat ini lalu dibuat jadi negeri Hobbit. Sesudah semua syuting tuntas, tempat ini dibuka untuk pariwisata serta jadi begitu fantastis.
Wisatawan tidak langsung turun di Hobbiton, tetapi di ruang drop off Hobbiton Movie Set yang berisi satu parkiran luas di luar pagar peternakan. Di sini kita beli ticket lantas diantar shuttle bus ke peternakan tempat Hobbiton ada.

Walking tur diawali dari plang bertuliskan ‘Hobbiton’ di belakangnya ialah Gandalf’s Cutting. Ini ialah jalan masuk ke desa dimana tokoh Gandalf berjumpa Frodo Baggins. Kami juga telusuri jalan berliku dengan dinding batu di kanan kiri. Di ujungnya ialah satu keajaiban…

“Selamat hadir di Hobbiton!” kata pemandu bernama David
Wow, rasa-rasanya seperti mimpi masuk ke negeri dongeng sungguhan, masuk ke novel JRR Tolkien. Kita sungguhan berada di Middle Earth, satu negeri bernama Shire, di mana golongan Hobbit yang tingginya separuh manusia normal hidup damai di sini.

Keseluruhan ada 39 rumah Hobbit menurut brosur, pemandu kami menyebutkan ada 41 sedang Wikipedia menulis ada 44. Yang pasti, kami terkesima ada dalam tempat ini. Detilnya gokil, semua ditangani dengan detil. Tanaman, kusen kayu, perlengkapan, halaman, tidak ada yang dibikin sembarangan di ruang seluas 5 hektar ini.

Lihat rumah Hobbit sedekat ini, rasa-rasanya bahagia benar. Kayu-kayu kusen rumah, pintu kayu, meja, kursi di halaman rumah, semua asli lho. Semua dipotong spesial serta di proses agar awet serta terlihat telah tua.
“Semua cerobong asap di Hobbit Holes (rumah Hobbit-red) berperan, sebab untuk keperluan syuting. Akan tetapi rumah-rumah ini tidak ada interiornya, dibalik pintu cuma ada tanah. Jadi cuma fasadnya saja,” kata pemandu, buka rahasia.

Benar pun, saat dibuka pintunya, cuma ada tanah saja tidak ada ruangannya. Tetapi nyatanya, rumah-rumah ini semasing berlainan. Rumah ini dibikin berdasar pada ciri-ciri Hobbitnya.

Hobbit petani, di muka tempat tinggalnya ada sayuran. Hobbit yang miliki anak-anak, di muka tempat tinggalnya ada kuda-kudaan atau jemuran dengan pakaian kecil. Hobbit yang nelayan, mempunyai gantungan ikan asap. Ikan bohongan rupanya.
Ada pula Hobbit pembuat keju, kejunya nyatanya semen. Ada pula Hobbit pintar besi dengan bengkel kerjanya. Ada Hobbit yang tempat tinggalnya rapi dengan pagar, ada pula Hobbit yang tempat tinggalnya tidak tertangani serta rumputnya tumbuh liar. Semuanya disengaja.

Rumah Hobbit yang sangat paling dicari wisatawan ialah Bag End. Ini ialah rumah Frodo serta Bilbo Baggins, letaknya teratas bukit dengan satu pohon besar di atasnya. Maklum, Frodo serta Bilbo ialah tokoh penting dalam trilogi LOTR serta The Hobbits.

Rumah Hobbit yang digunakan untuk latar adegan film, skalanya mungil yakni ukuran Hobbit dalam narasi. Kata pemandu, ini agar jika aktor Gandalf berjalan, ia terlihat tinggi sekali.
Sedang, Bag End serta Bagshot Row tempat tinggalnya Samwise Gamgee yang berpintu kuning, itu dibikin taraf manusia normal. Rumah ini untuk keperluan syuting.

“Ada rumah Hobbit yang dibikin dengan taraf badan anak-anak. Ini untuk memberi ilusi visual jika Gandalf itu tinggi sekali. Jika Bag End ini ukuran manusia normal sebab untuk keperluan syuting,” tuturnya.

Jika wisatawan ambil peta di loket ticket, semakin lebih takjub kembali. Petanya benar-benar memvisualisasikan dunia dongeng ini dengan detil dengan beberapa nama tempat dari novelnya. Bukan main… Seperti mengalihkan isi buku ke dunia riil.
Pemandu begitu sadar jika wisatawan ingin berfoto sepuasnya. Mereka mempersilakan kita foto-foto selfie atau bahkan juga ada spot-spot di mana pengelola menolong ambil photo kita di Hobbiton. Wah, senang deh foto-foto di sini.

Walau demikian, mereka mengawasi waktu kunjungan cuma 2 jam, jadi pemandu akan berjalan tiada menanti kita tuntas foto-foto. Jadi yang hilang ingatan photo, mungkin cukup tertinggal rombongan. Tetapi ya tinggal dikejar saja sesaat, sebab Hobbiton hanya 5 hektar.

Oh iya, taati omongan pemandu ya. Dilarang mencapai ruang yang dibatasi tali, dilarang memanjat-manjat rumah Hobbit serta dilarang mencapai rumput di ruang spesifik.

Bersama dengan detikTravel ada juga mode serta pembawa acara Aline Adita. Ia juga dibikin terpesona dengan tempat ini.

“Gue fikir akan turis sekali ya, mainstream habis. Tetapi nyatanya cocok hadir bagus sekali,” tutur Aline.

Walau 2 jam saja, senang rasa-rasanya bertualang ke Hobbiton. Tidak berasa waktu selesai serta pemandu mengantarkan kita dari Shire di Middle Earth ‘pulang’ ke dunia riil di Selandia Baru.

Langkah kesana

Hobbiton ada di 501 Buckland Road, Matamata, Selandia Baru. Ada bus dari Auckland, Rotorua serta Matamata untuk ke arah ke tempat. Harga tiketnya NZD 84 (Rp 798 ribu) untuk dewasa, NZD 42 (Rp 399 ribu) untuk anak 9-16 tahun serta gratis untuk anak 0-8 tahun. (fay/rdy)