Rumitnya Kewarganegaraan Ganda Dibahas di MK

Rumitnya Kewarganegaraan Ganda Dibahas di MK – Juru Bicara pasangan capres serta wapres nomer 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Andre Rosiade heran dengan beberapa pihak yang masih tetap mempermasalahkan kecurian Prabowo masalah kebohongan aktivis Ratna Sarumpaet, terutamanya beberapa simpatisan pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Ratna awalannya mengakui dianiaya orang tidak diketahui di Bandung, Jawa Barat, pada 21 September 2018. Akan tetapi, Ratna pada akhirnya menyampaikan tidak sempat dianiaya. Lebam pada mukanya itu hasil operasi sedot lemak di Rumah Sakit Spesial (RSK) Bina Estetika, Jakarta.

Andre menyampaikan jika Prabowo telah memverifikasi pernyataan Ratna itu pada timnya, yaitu Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon sampai Ketua Tubuh Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Jenderal (Purn) Djoko Santoso.

Akan tetapi, kata Andre yang kader Gerindra itu, Prabowo dipengaruhi dengan pernyataan Ratna yang berkelanjutan.

” Pak Prabowo telah berulang-kali memvalidasi berita itu, ke Bang Fadli, Pak Djoksan, bahkan juga berjumpa langsung Mba Ratna. Mba Ratna berkelanjutan dalam berbohong kan, hingga Pak Prabowo dipengaruhi, ” kata Andre pada CNNIndonesia. com, Kamis (4/10) .

Andre lalu memperbandingkan waktu Jokowi menunjuk Arcandra Tahar jadi Menteri Daya serta Sumber Daya Mineral pada Juli 2016 kemarin. Saat melantiknya, Jokowi tidak tahu jika Arcandra masih tetap memegang paspor Amerika Serikat.

Selang beberapa minggu, rumor dwikewarganegaraan Arcandra muncul ke publik. Arcandra telah memegang paspor AS sesudah lewat proses naturalisasi pada Maret 2012 dengan mengatakan sumpah setia pada AS.

Sebab Indonesia belumlah mengaku dwikewarganegaraan, dengan hukum, Arcandra dipandang telah kehilangan status WNI-nya.

Rumor dwikewarganegaraan itu membuat Jokowi akan memutus untuk melepaskan Arcandra yang baru menjabat Menteri ESDM seputar dua minggu. Akan tetapi, kata Andre, waktu itu bukan Jokowi yang mengemukakan langsung pencopotan Arcandra.

Menurut Andre, momen itu tunjukkan Jokowi tidak lebih cermat dari Prabowo. Walau sebenarnya, menjadi orang nomer satu di Indonesia, Jokowi mempunyai banyak ‘alat negara’, seperti BIN, BAIS, Polri, Kejaksaan Agung, sampai KBRI di AS untuk memverifikasi status kewarganegaraan seseorang calon menteri.

” Mengapa saat itu Pak Jokowi juga kebobolan mengusung Arcandra Tahar menjadi Menteri Daya serta Sumber Daya Alam, yang disebut WN Amerika. Pertanyaannya mengapa? ” tutur Andre.

Tidak sampai disana, Andre menyebutkan Jokowi bukan lah figur yang ksatria karena bekas Wali Kota Solo itu tidak mengemukakan langsung pencopotan Arcandra. Walau sebenarnya, kata Andre, Jokowi yang melantik langsung Arcandra menjadi Menteri ESDM

Saat itu, Jokowi diwakili Menteri Sekretaris Negera Pratikno dalam mengemukakan pemberhentian dengan hormat Arcandra sebab permasalahan kewarganegaraannya. Tempat Arcandra digantikan sesaat oleh Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan.

” Yang angkat Pak Jokowi, tetapi yang ngomong pembatalan Pratikno. Lantas saat itu meminta maaf tidak Pak Jokowi? Tidak kan. Coba kita fair dong, ada tidak kami saat itu nyinyir, sebab kita ketahui manusia tempatnya salah, ” katanya.

Andre heran dengan simpatisan Jokowi-Ma’ruf yang masih tetap ‘nyinyir’ pada Prabowo karena yakin Ratna alami penganiayaan. Menurut Andre, Prabowo lebih berani mengaku kekeliruan daripada Jokowi.

Andre menyampaikan jika Prabowo yang mengemukakan langsung permasalahan penganiayaan pada Ratna, serta Prabowo langsung juga mohon maaf dengan terbuka sesudah tahu jika Ratna berbohong tentang penganiayaan itu.

” Menjadi saya meminta kita laku fair, netral dong. Tidak meminta maaf juga kan Pak Jokowi (waktu masalah Arcandra) . Beda dengan Pak Prabowo, beliau yang bicara, beliau juga yang bicara lagi mintaa maaf, ” kata Andre.