Home / Uncategorized / Tri Mulyono Resmi Di Penjara 3 Tahun Terkain Penulisanya

Tri Mulyono Resmi Di Penjara 3 Tahun Terkain Penulisanya

Tri Mulyono Resmi Di Penjara 3 Tahun Terkain Penulisanya – Terdakwa Bambang Tri Mulyono, penulis buku ” Jokowi Undercover ” mencak-mencak selesai mendengar vonis Majelis Hakim yang menjatuhkannya kurungan penjara tiga th. pada akhir sidang agenda pembacaan putusan yang di gelar di Pengadilan Negeri Blora, Jawa Tengah, Senin (29/5/2017).

Sembari meninggalkan kursi pesakitan menuju kendaraan tahanan, pria yang sering disapa Mas Mul itu, menyampaikan bakal lakukan banding pada ketentuan itu.

” Saya bakal banding. Saya tidak bersalah. Semuanya ada permainan mafia pengadilan. Bakal saya pecat semuanya pengacara saya, ” ucap dia yang didampingi petugas.

Sepanjang sistem hukum yang menjeratnya, Mas Mul didampingi tiga kuasa hukum, yaitu Ahmad Hadi Prayitno, Hendri Listiyawan Nugroho, serta Firda Novita.

Pengacara Mas Mul, Hendri, mengakui tidak senang dengan ketentuan Majelis Hakim. Untuk setelah itu, pihaknya menyerahkan seutuhnya pada kilennya, Mas Mul.

” Ketentuan hakim sangat berat. Ada pertimbangan lain yang semestinya dapat lebih enteng hukumannya. Usaha banding nanti jadi masalah Pak Bambang. Tidak benar itu bila kami ada main. Kami telah berupaya seutuhnya, ” kata Hendri.

Baca juga : Pengarang Buku Jokowi Undercover Divonis 3 Th. Penjara

Untuk di ketahui, Majelis Hakim menjatuhkan vonis kurungan tiga th. penjara pada terdakwa Bambang Tri Mulyono, pengarang buku ‘Jokowi Undercover’ pada sidang agenda pembacaan putusan yang di gelar di Pengadilan Negeri Blora, Jawa Tengah, Senin (29/5/2017).

Mas Mul sapaan karibnya dinyatakan bersalah karna dapat dibuktikan mempraktikan ujaran kebencian.

Mas Mul dengan cara sah serta memberikan keyakinan sudah lakukan tindak pidana dengan berniat tanpa ada hak menebarkan info yang diperuntukkan untuk menyebabkan rasa kebencian atau permusuhan individu serta atau grup orang-orang spesifik berdasar pada suku, agama, ras serta antargolongan (SARA) dengan cara berlanjut.

Perbuatannya itu, juga tidak mematuhi pasal 28 ayat (2) Jo pasal 45 A ayat (2) Undang-Undang nomor 19/2016 mengenai pergantian atas UU nomor 11/2008 mengenai Info serta Transaksi Elektronik Jo pasal 64 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana jo UU nomor 8/1981.

” Karna tindakannya, kami menjatuhkan pidana penjara pada terdakwa sepanjang tiga th., dikurangi dengan lamanya saat penahanan yang ditempuh terdakwa. Sesaat terdakwa tetaplah ditahan, ” kata Ketua Majelis Hakim Makmurin Kusumastuti waktu membacakan vonis.

Dalam persidangan itu di pimpin oleh Majelis Hakim Makmurin Kusumastuti serta hakim anggota Dwi Ananda FW serta Rr. Endang Dewi Nugraheni.

Mengenai Jaksa Penuntut Umum (JPU) yaitu Dafit Supriyanto serta Hariyono.

Sepanjang sidang yang diawali mulai sejak jam 11. 30 WIB sampai 14. 00 WIB itu, Mas Mul terlihat enjoy memerhatikan pembacaan vonis oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Blora.

Sesekali ia menyokong dagu dengan tangannya, menggerak-gerakan kaki serta kepalanya. Bahkan juga Mas Mul yang mengakui tengah berpuasa itu tampak tidak dapat menahan rasa kantuk.

Dalam keputusannya majelis hakim memperhitungkan banyak hal. Argumen yang memberatkan karna perbuatan terdakwa diperuntukkan pada Presiden RI sebagai kepala negara yang semestinya dihormati.

Perbuatan terdakwa juga sudah meresahkan orang-orang dengan menebar rekaan serta terdakwa juga berlaku tidak sopan di persidangan dan terasa tidak bersalah. Sesaat argumen memperingan, salah satunya karna terdakwa belum pernah dihukum dan jadi tulang punggung keluarga.

Hukuman itu terhitung lebih rendah dari tuntutan jaksa, yang memohon supaya Bambang dijatuhi hukuman empat th..

Sesaat, jaksa dari Kejari Blora, Hariyono, mengakui masih tetap fikir-pikir. ” Sesuai sama ketetapan Undang-Undang kami minta saat untuk fikir-pikir, ” katanya.

About admin