Home / Indonesia / Eksekuti Mati Terhadap Dukun Cabul

Eksekuti Mati Terhadap Dukun Cabul

Eksekuti Mati Terhadap Dukun Cabul – Eksekusi mati pada I Putu Suaka terpidana mati masalah pembantaian keluarga anggota polisi Aiptu Komang Alit Srinatha, tinggal tunggulah saat. Kasi Intel Kejaksaan Negeri Amlapura, Agus Ary Artha menjelaskan pihaknya sekarang ini masih tetap menanti penetapan saat dari Kejaksaan Agung.

” Agar gak salah ya bli, hingga saat ini kami belum memperoleh kabar bab eksekusi mati itu. Karenanya kewenangannya Kejaksaan Agung. Sekarang ini kami cuma menanti, ” kata Ary Artha, Senin (5/6).

Meski belumlah ada kabar tentu kapan sang dukun cetik (santet) itu bakal dieksekusi mati, tetapi Ary Artha tidak menyanggah bila memanglah terlebih dulu pernah ada pendataan yg dijalankan Kejagung perihal daftar terpidana mati yg divonis di Bali, termasuk juga Suaka.

” Waktu ini memanglah ada pendataan terpidana mati di Bali yg belum dieksekusi, nah yg menghadiri saat itu Kasi Pidum, ” sebutnya.

Menurut dia, peluang dari pendataan beberapa terpidana mati itu, Kejagung bakal menyaksikan mana terpidana yg yang diutamakan untuk dieksekusi mati lebih dahulu.

Bahkan juga bab gagasan tempat eksekusi mati dijalankan, pihaknya juga mengakui belum menyadari. Cuma saja dimungkinkannya dijalankan diluar Bali. Terlebih sekarang ini terpidana dititipkan di Lapas luar Bali.

” Eksekusi peluang dijalankan diluar Bali, mengingat terlebih dulu dari Forkopinda udah menentukan tidak menyepakati ada eksekusi mati di Bali, karna menyaksikan topografi, rutinitas serta budaya di Bali, ” kata dia.

Disamping itu, I Made Ruspita, Penasihat Hukum Suaka pernah mendorong agar eksekusi mati sesegera bisa saja ditunaikan supaya jangan pernah clientnya melakukan hukuman 2 x.

Artinya bila clientnya mesti menanti eksekusi mati hingga dua puluh th. lebih itu sama punya arti dengan clientnya mesti melakukan hukuman 2 x, yaitu penjara seumur hidup serta hukuman mati.

” Sistem hukum gemilang udah ditempuh serta pengampunan hukuman dari presiden itu udah tidak diterima oleh Presiden, ya nunggu apa lagi? Jangan pernah yg terkait (Suaka) digunakan hukuman 2 x, ” singgungnya.

Untuk di ketahui, Suaka divonis mati sesudah membantai keluarga Aiptu I Komang Alit Srinatha warga Dusun Gamongan, Desa Tiyingtali, Kecamatan Abang, Karangasem. Suaka meracuni Ni Kadek Suti (45) istri korban, I Kadek Sugita (22) anak korban serta I Gede Sujana (20) pembantu yg juga keponakan korban.

Terpidana mati ini adalah seseorang residivis dengan beberapa catatan kejahatan, terkecuali membunuh I Nyoman Alit Srinatha berbarengan tiga orang anggota keluarganya, terpidana sempat juga membunuh pasangan suami istri yang memiliki kebun anggur di Singaraja dengan rencana yg sangatlah masak.

Suaka tega menghabisi anggota polisi berbarengan anggota keluarganya itu dikarenakan tergiur menyaksikan duit hasil penjualan cengkeh korban. Suaka juga lalu berencana pembunuhan itu dengan masak, termasuk juga mempersiapkan portas jadi ramuan maut.

Dengan berpura-pura membuat sembuh anak anggota polisi itu, suaka memohon korban serta keluarganya untuk meminum cairan portas yg disebutnya jadi ramuan obat penyembuh. cob

About admin